Anthony mengajar Bahasa Inggris di Jakarta dari 2006 hingga 2012 dengan ILP Panglima Polim, The British Institute dan English First Pondok Indah. Pada tahun 2012, Anthony kembali ke Sydney, Australia untuk mengajar Bahasa Inggris di CASS Training International College. Ia sekarang kembali ke Jakarta dan dengan senang hati memberikan wawancara ini.

Menurut Anda teknik pengajaran apakah yang paling efektif untuk memotivasi kemampuan murid untuk berbicara?

Tidak ada teknik khusus yang dapat diterapkan pada setiap murid dan kelas. Namun, ada satu hal yang dapat dilakukan untuk menemukan minat yang sama di antara murid-murid, yaitu menghubungkan pengalaman pribadi mereka untuk menciptakan sebuah percakapan yang akan meningkatkan pengetahuan Bahasa Inggris mereka. Sebagai seorang guru, menunjukkan minat terhadapa hal yang didiskusikan para murid sangatlah penting dalam proses ini.

Apa saja tantangan yang sering Anda hadapi ketika mengajar Bahasa Inggris?

Tantangan yang berbeda-beda muncul berdasarkan tipe setiap murid, level mereka, motivasi mereka, dan perilaku serta dinamika mereka, terutama ketika mengajar kelas multibahasa dan bahasa tunggal. Dengan mrngingat hal ini, saya bisa merancang pelajaran yang dapat mengatasi tantangan tersebut. Tantangan ini juga meliputi kepribadian yang berbeda di mana saya dapat mengajar kumpulan murid intovert dan extrovert. Selain itu, perbedaan keakrabahan setiap murid dengan Bahasa Inggris, cukup menjadi rintangan ketika mereka belajar dengan kecepatan yang berbeda.

Apa yang Anda suka mengenai murid-murid Anda?

Murid-murid adalah alasan terbesar mengapa saya menyukai mengajar dan mereka sering memunculkan sisi terbaik di dlam diri saya. Dianggap sebagai mentor yang dapat menuntun perkembangan mereka di masa depan bukan hanya sebagai suatu kehormatan tetapi juga sesuatu yang bermanfaat dan memuaskan diri. Menjadi seoran g guru merupakan sebuah cara yang luar biasa untuk bertemu dengan orang baru dari berbagai kelompok usia, dan latar belakang budaya.

Apa yang Anda lakukan untuk mendorong kreativitas murid-murid ketika mereka mengikuti kelas Bahasa Inggris?

Tidak ada pendekatan ‘satu untuk semua’ untuk mendorong imajinasi murid-murid. Selama pengalaman mengajar saya, saya telah menggunakan sumber dari berbagai macam medium, sekaligus menyesuaikannya dengan pelajaran saya. Di setiap akhir sesi, objektif utama saya adalah membuat pelajaran saya menyenangkan, menarik, dan memotivasi tetapi juga konstruktif, memampukan mereka menggunakan apa yang telah mereka ketahui dan menggunakan bahasa baru yang dapat dihubungkan dengan pengalaman di kehidupan nyata.

Apakah Anda pernah memiliki pengalaman mengajar murid internasional? Jika ya, apa yang Anda rasakan?

Meskipun saya pernah mengajar murid internasional di Indonesia, sebagian besar pengalaman saya dalam mengajar murid internasional adalah di Australia. Kebanyakan dari mereka berasal dari Brazil, Colombia, Republik Ceko, Indonesia, Italia, Jepang, Korea, Mongolia, Pakistan, Peru, Republik Slovakia, Spanyol dan Thailand. Pengalaman ini membuka pandangan saya akan keberagaman budaya dan etiket sebagaimana diberlakukan sebagai tantangan sopan. Selain itu, saya juga memiliki pertemanan baru dan suka berkeliling. Hal ini telah memberikan wawasan yang luar biasa mengenai dari mana mereka berasal dan bagaimana budaya dan tradisi mereka. Sebagai hasilnya, saya mendapatkan undangan dari berbagai murid untuk mengunjungi mereka.

Apa yang menyebabkan Anda mengajar Bahasa Inggris di Indonesia?

Sebelumnya saya tinggal di Indonesia selama 6,5 tahun. Selama ini, saya mulai mencintai kehangatan dan keramahan orang Indonesia, keragaman budayanya, iklimnya, dan keindahan alamnya, serta persahabatan yang saya miliki. Saya kembali ke Australia karena urusan keluarga, tetapi seperti perkataan ‘Rumah adalah tempat hati berada’ dan hati dan pikiran saya tidak pernah meninggalkan Indonesia. Karenanya, saya kembali dan menyebut Indonesia adalah rumah saya.

Mengajar Bahasa Inggris di Jakarta

Baca wawancara lainnya dengan salah satu pengajar populer kami, guru Jose Goncalves dalam artikel berjudul Guru Privat Bahasa Inggris di Jakarta.

Comments

comments